
Cikarang Utara– MAN 1 Bekasi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembelajaran Mendalam dan Bermakna serta Aksi Nyata Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada 4 hingga 6 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pendidik ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem madrasah yang lebih humanis dan berpusat pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi, Dr. H. Ujang Ruhiat, S.Ag., M.Ag., menyoroti pentingnya lima dimensi filosofi cinta dalam dunia pendidikan dan pelayanan instansi pemerintah. Menurutnya, bekerja dengan rasa cinta kepada Tuhan, sesama, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan negara merupakan kunci untuk membangun ruang kerja yang kolaboratif dan kompetitif.
“Output dari Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah melahirkan siswa yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi dan menjadi muslim yang sempurna. Seluruh potensi siswa harus dikeluarkan melalui kesadaran ruh dan akal sehat yang baik,” ujar Dr. H. Ujang Ruhiat di Bekasi, Kamis (4/6/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala MAN 1 Bekasi, Drs. Enur Nurdin, M.M.Pd., menegaskan komitmen lembaganya dalam membimbing peserta didik yang memiliki beragam karakter dan kemampuan. Pihaknya meyakini bahwa pendekatan pembelajaran yang menyentuh perasaan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perkembangan anak-anak.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kurikulum Berbasis Cinta dapat diterapkan secara nyata, sehingga madrasah mampu memberikan bimbingan yang tepat dan bermakna dengan penuh perhatian bagi setiap anak,” tutur Drs. Enur Nurdin.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Kabupaten Bekasi, H. Ahmad Dede Zaenal M, S.Ag.MA., turut memberikan pembinaan mengenai aturan kepegawaian dan penerapan sistem merit ASN sesuai dengan KMA 1664. Ia mengingatkan kembali tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat bangsa.
“ASN Kemenag harus bekerja dari hulu ke hilir secara kolaboratif. Kita dituntut menjadi perekat komponen bangsa dengan mengedepankan moderasi beragama, serta senantiasa bertanggung jawab dan berintegritas,” tegas H. Ahmad Dede.
Usai mendapatkan arahan pembinaan dari para pimpinan, rangkaian acara sosialisasi pada hari pertama tersebut dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi teknis. Sesi ini dipandu langsung oleh narasumber Toyyib, S.Pd., M.P.Fis., dan Dra. Surip Sriatun, yang membekali para pendidik dengan strategi implementasi KBC pada masing-masing mata pelajaran.
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Bekasi ini dipastikan tidak hanya berhenti pada pemaparan materi tatap muka. Seluruh guru langsung didorong melakukan aksi nyata melalui penugasan mandiri secara daring pada hari kedua dan ketiga. Para pendidik diwajibkan untuk menyusun perangkat ajar yang telah terintegrasi dengan prinsip KBC, yang kemudian diunggah secara terpusat ke ruang penyimpanan digital sebagai komitmen peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Kontributor: Muhamad Hilmi
Foto: Muhamad Hilmi