Setiap tanggal 10 Zulhijah, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha, hari besar yang identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba. Saat Idul Adha tiba, kita sering mendengar suara takbir berkumandang, melihat sapi dan kambing siap dikurbankan, dan mencium aroma daging yang menggoda. Tapi, pernahkah kita bertanya: apa sebenarnya makna kurban itu?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
لَنْ يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَـٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging dan darahnya itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Artinya, bukan daging kurban yang Allah cari. Tapi ketulusan hati kita. Kurban bukan cuma tentang menyembelih hewan, tapi juga tentang menyembelih ego, kesombongan, dan rasa cuek terhadap orang lain.
Mari kita belajar dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Keduanya menunjukkan kepatuhan yang luar biasa. Ibrahim rela mengorbankan putranya, dan Ismail pun ikhlas menerima perintah itu. Mereka mengajarkan kita, bahwa cinta kepada Allah dan kepedulian kepada sesama adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.
Lalu bagaimana dengan kita, para pelajar, yang mungkin belum mampu membeli hewan kurban?
Tenang, kita tetap bisa ikut berkurban dengan cara kita sendiri. Misalnya dengan :
1. Mengalah saat berselisih dengan teman
2. Membantu orang tua di rumah tanpa disuruh
3. Menyisihkan sedikit uang jajan untuk yang butuh
4. Menyemangati teman yang sedang merasa down
Ini merupakan bentuk kurban sosial yang sangat berharga di mata Allah.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمِ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ
“Siapa yang tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Peduli itu bukan pilihan, tapi bagian dari iman. Tidak harus menunggu kaya dulu baru mau berbagi. Jangan tunggu besar dulu baru mau peduli. Mulailah dari sekarang. Mulai dari dri sendiri dan dari hal yang kecil.
Jadi, Idul Adha adalah momen penting, bukan sekedar untuk memotong hewan kurban, tapi juga untuk memotong ego, membuang sifat acuh, dan menumbuhkan rasa kasih sayang.
Mari jadikan Idul Adha ini sebagai titik awal perubahan diri. Bukan hanya menjadi pribadi yang rajin ibadah, tapi juga menjadi pribadi yang peduli, ikhlas, dan bermanfaat untuk sekitar.
Karawang, 6 Juni 2025
Oleh : Surip Sriatun
Tinggalkan Komentar