
Cikarang Utara – Dalam upaya mewujudkan generasi pelajar yang sehat dan bugar, MAN 1 Bekasi menyelenggarakan program Aksi Gizi bertajuk “Satu Aksi Sehatkan Generasi” pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang diketuai oleh Ibu Afni ini berlangsung semarak dengan melibatkan ragam aktivitas fisik, edukasi kesehatan, kompetisi edukatif, hingga aksi sosial donor darah.
Kepala MAN 1 Bekasi, Drs. H. Enur Nurdin, M.M.Pd., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta didik yang hadir lebih awal dengan balutan kostum beraneka ragam serta aktif mengikuti senam bersama. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi utama dalam menunjang optimalisasi proses kegiatan belajar mengajar di madrasah.
”Kita sangat bangga karena anak-anak dan para guru bisa melaksanakan Aksi Gizi ini. Karena belajar tanpa dibarengi kesehatan, akan sangat ironis jika mengharapkan pembelajaran berjalan maksimal,” tegas Drs. H. Enur Nurdin.
Lebih lanjut, ia berharap program ini dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan di lingkungan keluarga dan sekolah.
”Harapan kami, kegiatan ini ditindaklanjuti dengan kebiasaan sehari-hari seperti makan makanan bergizi dan rutin berolahraga, sehingga anak-anak bisa mengikuti pembelajaran secara maksimal,” imbuhnya.

Kemeriahan Aksi Gizi tahun ini juga diwarnai dengan kolaborasi ekstrakurikuler JMC dan PMR, penyediaan photobooth, dukungan sponsor EXIS, serta serangkaian ajang perlombaan kreatif. Berbagai kompetisi yang digelar meliputi Lomba Makanan Khas Daerah, Senam Sehat, Literasi Gizi, dan Rangking 1. Siswi kelas X.1, Khansa Aulia, mengungkapkan bahwa agenda Rangking 1 menjadi momen yang paling berkesan baginya.
”Bagian Lomba Rangking 1 sangat menantang, karena bukan hanya menguji pemikiran, tetapi juga melatih fokus dan ketenangan para peserta,” ungkap Khansa.
Selain fokus pada gizi dan kebugaran, madrasah turut menggandeng Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Bekasi untuk memfasilitasi kegiatan donor darah. Perwakilan UTD PMI Kabupaten Bekasi, Anggun, menjelaskan bahwa donor darah memberikan manfaat besar bagi remaja, mulai dari memperbarui sirkulasi sel darah merah, meringankan kerja organ ginjal, hingga menjadi sarana medical check-up gratis.
”Secara tidak langsung kita bisa mengetahui tensi, kadar hemoglobin, dan mendeteksi empat parameter penyakit yakni HIV, Sifilis, Hepatitis B, serta Hepatitis C. Dan yang terpenting, ini adalah ladang pahala karena darah kita bisa menyelamatkan nyawa pasien,” urai Anggun.
Ia juga membagikan kiat penting bagi para calon pendonor agar proses transfusi berjalan aman. Syarat utamanya meliputi waktu tidur minimal enam jam, tidak sedang menstruasi, tidak mengonsumsi obat-obatan selama sepekan, serta memperbanyak asupan protein dan zat besi. Setelah donor, pendonor disarankan beristirahat 24 jam dan dilarang melakukan olahraga berat agar tubuh bisa memproduksi sel darah merah baru dengan optimal.
Sebagai puncak apresiasi, panitia mengumumkan kelas-kelas yang berhasil meraih juara pada serangkaian perlombaan Aksi Gizi. Berikut adalah daftar peraih prestasi:
Lomba Makanan Khas Daerah: Juara 1: Kelas XII.8, Juara 2: Kelas XII.3, Juara 3: Kelas XII.4
Lomba Senam Sehat: Juara 1: Kelas XII.1, Juara 2: Kelas XI.4, Juara 3: Kelas XII.2
Lomba Literasi Gizi: Juara 1: Kelas XI.2, Juara 2: Kelas XI.8, Juara 3: Kelas XII.4
Kontributor: Muhamad Hilmi
Foto: Aira, Kinanti, Zahra (ITC)